Pages

Featured Video

Minggu, 19 Mei 2013

Tugas Bahasa Indonesia 2 : Metode ilmiah

METODE ILMIAH

Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. Pelaksanaan metode ilmiah ini meliputi enam tahap, yaitu:
1. Merumuskan masalah. Masalah adalah sesuatu yang harus diselesaikan.
2. Mengumpulkan keterangan, yaitu segala informasi yang mengarah dan dekat pada pemecahan masalah. Sering disebut juga mengkaji teori atau kajian pustaka.
3. Menyusun hipotesis. Hipotesis merupakan jawaban sementara yang disusun berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh selama observasi atau telaah pustaka.
4. Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan atau penelitian.
5. Mengolah data (hasil) percobaan dengan menggunakan metode statistik untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian dengan metode ini adalah data yang objektif, tidak dipengaruhi subyektifitas ilmuwan peneliti dan universal (dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja akan memberikan hasil yang sama).
6. Menguji kesimpulan. Untuk meyakinkan kebenaran hipotesis melalui hasil percobaan perlu dilakukan uji ulang. Apabila hasil uji senantiasa mendukung hipotesis maka hipotesis itu bisa menjadi kaidah (hukum) dan bahkan menjadi teori.

Tujuan Mempelajari Metode Ilmiah
         
Tujuan dari mempelajari metode ilmiah adalah mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.
Beberapa poin dari tujuan dan manfaat seseorang atau peneliti mempelajari metode ilmiah, yaitu :
1. Mengetahui tata cara penulisan ilmiah.
2. Dapat menyusun fakta yang nyata dan data tersusun secara sistematis.
3. Menambah wawasan dalam menggunakan teknik yang cepat dan tepat untuk digunakan dalam menyusun sebuah tulisan ilmiah.
4. Mengetahui bahasa yang digunakan pada tulisan ilmiah yaitu bahasa baku.

Sikap Ilmiah
Dalam penulisan karya ilmiah, terdapat 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada. Sikap-sikap ilmiah tersebut adalah sebagai berikut :

1)    Sikap Ingin Tahu
Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.

2)    Sikap Kritis
Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan -kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.

3)    Sikap Obyektif
Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.

4)    Sikap Ingin Menemukan
Selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru. Kebiasaan menggunakan eksperimen-eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif. Selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.

5)    Sikap Menghargai Karya Orang Lain
Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.

6)    Sikap Tekun
Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai. Terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.

7)    Sikap Terbuka
Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.

LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENULISAN ILMIAH.

Langkah – langkah penulisan ilmiah biasanya sebagai berikut :
Bentuk laporan penulisan PI, terdiri dari :
1. Bagian Awal 
    Bagian Awal ini terdiri dari:
    1.
Halaman Judul
    2. Lembar Pernyataan
    3. Lembar Pengesahan
    4. Abstraksi
    5. Halaman Kata Pengantar
    6. Halaman Daftar Isi
    7. Halaman Daftar Tabel
    8. Halaman Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya

2. Bagian Tengah.
   1. Bab Pendahuluan
   2. Bab Landasan Teori
   3. Metode Penelitian
   4. Bab Analisis Data dan Pembahasan
   5. Bab Kesimpulan dan Saran



3.bagian ahir
   Bagian akhir terdiri dari:
   1. Daftar Pustaka
   2. Lampiran

Penjelasan secara terinci dari Struktur Penulisan Skripsi dapat dilihat sebagai berikut :
A. Bagian Awal.
            Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan skripsi    yakni sebagai berikut :
   1. Halaman Judul
         Ditulis sesuai dengan cover depan Penulisan Skripsi standar sesuai universitas masing – masing mahasiswa.

2. Lembar Pernyataan
            Merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan skripsi ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.

 
3. Lembar Pengesahan
            Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing, Daftar Nama Panitia Ujian yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota. Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing dan Kepala Bagian Sidang Sarjana.

 
4. Abstraksi
            Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan Skripsi dengan maximal 1 halaman.

 
5. Kata Pengantar
            Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan Skripsi (a.l. Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Pembimbing, Perusahaan, dll ).

 
6. Halaman Daftar Isi
            Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan nomor urut halaman.

 
7. Halaman Daftar Tabel
 
8. Halaman Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram
 

B. Bagian Tengah.

1. Pendahuluan
            Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :
a. Latar Belakang Masalah
Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.

b. Rumusan Masalah
Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.

c. Batasan Masalah
Memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak.

d. Tujuan Penelitian
Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.

e. Metode Penelitian
Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data.
Jenis-Jenis Metode Penelitian :
a. Studi Pustaka : Semua bahan diperoleh dari buku-buku atau jurnal.
b. Studi Lapangan : Data diambil langsung di lokasi penelitian.
c. Gabungan : Menggunakan gabungan kedua metode di atas.

f. Sistematika Penulisan
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Ilmiah


2. Landasan Teori
            Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.

3. Metode Penelitian
            Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.

4. Analisis Data dan Pembahasan
            Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.

5. Kesimpulan (dan Saran)

            Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.
- Kesimpulan
Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.

- Saran
Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.

C. BAGIAN AKHIR
- Daftar Pustaka
Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan

- Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhi tungan, grafik atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.






Source:


Rabu, 24 April 2013

Tugas teknik kompilasi (analisa leksikal)


NAMA : Hendra Saputra
KELAS : 3KA28
NPM : 19110270

Analisa Leksikal Program Bilangan Prima dengan PASCAL

Hasil analisa leksilal:
1.  Identifier (a,b,i)
2.  reserve word (var, integer, begin,for, if, then, else, clrscr, write, readln, end)
3.  Nilai Konstanta (0,b,1,2)
4.  Operator (:=,+)
Masukan Coding




Penjelasan: Program ini berfungsi jika kita input nilai bilangan prima maka akan keluar tulisan (“a, bilangan prima”) dan jika tidak maka akan keluar tulisan (“a, bukan bilangan prima”). A adalah sebagai variable berjenis integer atau bilangan bulat. Bilangan prima didapat karena hasil dari a mod 1 = 0. Jadi program array ini berfungsi agar bisa mambandingkan antara bilangan prima atau bukan bilangan primanya

OUTPUT 


download disini
http://upload.ugm.ac.id/580analisa%20leksikal.doc



Sabtu, 13 April 2013

Tugas Bahasa Indonesia 2(BERPIKIR DEDUKTIF)




 Penalaran Deduktif
Menurut Jujun Suriasumantri, Penalaran adalah suatu proses berfikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Sebagai suatu kegiatan berfikir penalaran memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri pertama adalah proses berpikir logis, dimana berpikir logis diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut pola tertentu atau dengan kata lain menurut logika tertentu. Ciri yang kedua adalah sifat analitik dari proses berpikirnya. Sifat analitik ini merupakan konsekuensi dari adanya suatu pola berpikir tertentu. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu.

Jenis penalaran deduksi yang menarik kesimpulan secara tidak langsung yaitu:
1 Silogisme kategorial
Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor. seperti:
premis mayor: Semua siswa SMA Bani Saleh lulus Ujian Nasional
premis minor: Rani adalah siswa SMA Bani Saleh
kesimpulan : Rani lulus Ujian Nasional   
Berikut ini beberapa contoh dari silogisme kategorial:
Semua Mahasiswa adalah lulusan SMA
Nanni adalah mahasiswa
Jadi, Nanni lulusan SLTA.

2 Silogisme Hipotesis
Silogisme hipotesis atau silogisme pengandaian adalah semacam pola penalaran deduktif yang mengandung hipotese. Silogisme hipotetis bertolak dari suatu pendirian, bahwa ada kemungkinan apa yang disebut dalam proposisi itu tidak ada atau tidak terjadi. Premis mayornya mengandung pernyataan yang bersifat hipotesis. Oleh karena sebab itu rumus proposisi mayor dari silogisme ini adalah:
Jika P, maka Q
Contoh silogisme hipotesis :
Premis mayor  :  Jika tidak turun hujan, maka panen akan gagal.
Premis minor   :  Hujan tidak turun.
Konklusi         :  Sebab itu panen akan gagal.
Dalam kenyataan, yaitu bila kita menghadapi persoalan, maka kita dapat mempergunakan pola penalaran di atas.

3 silogisme alternatif
Jenis silogisme yang ketiga adalah silogisme alternatif atau disebut juga silogisme disjungtif. Silogisme ini dinamakan demikian, karena proposisi mayornya merupakan sebuah proposisi alternatif, yaitu proposisi yang mengandung kemungkinan-kemungkinan atau pilihan-pilihan. Sebaliknya proposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya. Konklusi silogisme ini tergantung dari premis minornya; kalau premis minornya menerima satu alternatif, maka alternatif lainnya ditolak; kalau premis minornya menolak satu alternatif, maka alternatif lainnya diterima dalam konklusi.
Contoh
My : Nenek susi berada di Bandung atau woniosobo.
Mn : Nenek Susi berada di Bandung.
K : Jadi, Nenek Susi tidak berada di wonosobo.
My : Nenek Susi berada di Bandung atau wonosobo.
Mn : Nenek Susi tidak berada di wonosobo.
K : Jadi, Nenek Susi berada di Bandung.

kaidah Silogisme alternatif
1. Silogisme alternatif dalam arti sempit, konklusi yang dihasilkan selalu benar, apabila prosedur penyimpulannya valid, seperti :
Hasan berbaju putih atau tidak putih.
Ternyata berbaju putih.
Jadi ia bukan tidak berbaju putih.
Hasan berbaju putih atau tidak putih.
Ternyata ia tidak berbaju putih.
Jadi ia berbaju non-putih.

2. Silogisme alternatif dalam arti luas, kebenaran koi adalah sebagai berikut:
 

a. Bila premis minor mengakui salah satu alterna konklusinya sah (benar), seperti:
Budi menjadi guru atau pelaut.
la adalah guru.
Jadi bukan pelaut
Budi menjadi guru atau pelaut.
la adalah pelaut.
Jadi bukan guru

b. Bila premis minor mengingkari salah satu a konklusinya tidak sah (salah), seperti:
Penjahat itu lari ke Solo atau ke Yogya.
Ternyata tidak lari ke Yogya.
Jadi ia lari ke Solo. (Bisa jadi ia lari ke kota lain).
Budi menjadi guru atau pelaut.
Ternyata ia bukan pelaut.
Jadi ia guru. (Bisa j’adi ia seorang pedagang).

4 Entimen
Entimem adalah silogisme yang dipersingkat. Disaat tertentu orang ingin mengemukakan sesuatu hal secara praktis dan tepat sasaran. Bentuk semacam ini dinamakan entimem (dari enthymeme, Yunani. Lebih jauh kata itu berasal dari kata kerja enthymeisthai yang berarti ‘simpan dalam ingatan’). Dalam tulisan-tulisan bentuk ilmiah yang dipergunakan, dan bukan bentuk formal seperti silogisme.
Contoh :
PU : Jika bachdim tidak menikah cepat, Irfan akan dimarahi fadillah
PK :bachdim mau menikah cepat.
K : bachdim tidak dimarahi fadillah.
Entimem : Irfan tidak dimarahi Kartika karena Irfan mau menikah cepat
Contoh :
PU : Semua orang ingin sukses harus belajar dan berdoa
PK : Lita ingin sukses
K : Lita harus belajar dan berdoa
Rumus Silogisme Entinem : C = B karena C = A
Sumber:google

Sabtu, 16 Maret 2013

Tugas Bahasa indonesia 2(Artikel)

MENGENAL FITUR – FITUR PADA  ADOBE DREAMWEAVER CS4



Website merupakan media informasi yang berkembang pesat pada saat ini. Dengan website , semua orang dapat menampilkan, mengakses, mengolah informasi yang dapat dinikmati oleh seluruh pengguna internet dari sebuah website.
Untuk menarik perhatian pengunjung , sebuah website harus mempunyai beberapa kriteria, antara lain desain/tampilan website itu sendiri. Salah satu program aplikasi yang digunakan untuk memudahkan pembuatan website dan desain web adalah Adobe Dreamweaver CS4.

MENGENAL ADOBE DREAMWEAVER CS4
Adobe dreamweaver CS4 merupakan salah satu program aplikasi yang digunakan untuk membangun sebuah website , baik secara grafis maupun dengan menuliskan kode sumber secara langsung.
Adobe dreamweaver CS4 memudahkan pengembang website untuk mengelola halaman – halaman website dan asetnya, baik gambar (image), animasi flash, video, suara dan lain sebagainya. Selain itu , Adobe dreamweaver CS4 juga menyediakan fasilitas untuk melakukan pemprograman scripting, baik ASP (Active Server Page), JSP (Java Server Page), PHP (PHP Hypertext Preprocessor), JavaScript (js), Cold Fusion, CSS (Cascading Style Sheet), XML (Extensible Markup Language) dan lainnya.

START PAGE
Start page adalah kotak dialog yang ditampilkan pertama kali bersamaan dengan jendela utama aplikasi Adobe dreamweaver CS4 saat dijalankan. Fungsi dari Start Page ini adalah menampilkan menu pilihan yang ada di Adobe dreamweaver CS4, dimana user berhak memilih menu mana yang akan dipakai atau di jalankan.
Start Page menampilkan 4 pilihan menu dan sebuah checkbox untuk menonaktifkan  kotak dialog start page. Menu yang ditampilkan adalah Open a recent Document, Create New, Top Features (video), dan Help Online seperti pada gambar dibawah ini.
Keterangan:

1.      Open a Recent Document
Menu ini menampilkan daftar nama dokumen yang pernah dibuka dengan Adobe dreamweaver CS4. Anda dapat membuka dokumen tersebut dengan cara memilih nama dokumen yang ada. Dan anda dapat membuka dokumen yang belum pernah dibuka dengan cara memilih menu open.

2.      Create New
Menu ini untuk membuat dokumen web baru. anda dapat membuka beberapa tipe yang disediakan oleh Adobe dreamweaver CS4. Antara lain:
·        HTML
Hypertext Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa dasar yang digunakan untuk merancang halaman web statis.

·        ColdFusion
ColdFusion adalah bahasa scripting yang digunakan untuk pemprograman web server. ColdFusion digunakan pada Adobe ColdFusion, BlueDragon dan lainnya.

·        PHP
Php Hypertext Prepocessor (PHP) merupakan bahasa pemprograman Scripting web server-side. Dengan pemprograman server-side, sebuah website akan lebih dinamis.  PHP biasanya terpasang pada file HTML yang disimpan dengan ekstensi *.php

·        ASP VBScript
ASP VBScript merupakan bahasa Scripting web server-side turunan dari Visual Basic. ASP disimpan dengan ekstensi *.asp atau *.vbs.

·        XSLT (Entire Page)
Adalah bahasa pemprograman yang mempunyai sintaks dasar sebagaimana XML. XSLT digunakan untuk mengubah dokumen XML menjadi HTML atau format lainnya.

·        CSS
Cascading Style Sheet (CSS) adalah bahasa style yang digunakan untuk mendesain halaman web yang bertujuan memisahkan isi (content) web dengan desain web.

·        JavaScript
JavaScript merupakan bahasa scripting turunan dari pemprograman java. JavaScript digunakan untuk pemprograman web client-side.

·        XML
Extensible Markup Language (XML) adalah bahasa yang mirip dengan HTML, tetapi penggunaanya tidak terbatas pada pemprograman web saja.

·        Dreamweaver site
Menu ini digunakan untuk membuat proyek website (site) baru dengan Adobe Dreamweaver CS4.

·        More
Menu ini digunakan untuk menampilkan type Document dan template dokumen web secara lebih lengkap.

3.      Top Features (Video)
Merupakan menu pilihan link yang berupa rekaman video penggunaan fasilitas yang disediakan dreamweaver secara online. Menu link rekaman video yang disediakan, antara lain: Related File, Live View, Code Nvigator, Dataset Wizart, Web Widgets, JavaScript Support dan sebagainya.

4.      Help Online
Merupakan menu pilihan untuk menapilkan bantuan tentang cara penggunaan, fitur – fitur terbaru Adobe Dreamweaver CS4 dan lainya secara online.

5.      Don’t Show Again
Kotak dialog Start Page akan selalu ditampilkan bersamaan dengan jendela utama Adobe Dreamweaver CS4 saat aplikasi ini dijalankan. Agar kotak dialog Start Page tidak ditampilkan lagi, centang checkbox Don’t Show Again.

PERANGKAT TAMBAHAN
Selain Adobe Dreamweaver CS4, Anda juga membutuhkan sebuah browser yang berfungsi menampilkan hasil desain halaman web. Sementara itu, untuk membuat website yang dinamis anda membutuhkan sebuah database (misalnya MySql), sebuah server web (missal Apache) dan sebuah phpAdmin untuk melakukan pengolahan dengan php.

SERVER
Server web dibutuhkan untuk melakukan pemprograman yang membutuhkan teknologi server-side seperti, PHP, ColdFusion, ASP dan JSP. Pleh karena itu, server web merupakan perangkat yang penting untuk melakukan uji coba pemprograman server-side yang anda buat. Dengan demikian, anda tidak perlu melakukan upload data ke sebuah hosting hanya untuk mengetahui hasil pemprograman untuk sisi server.
Pemprograman server-side biasanya digunakan untuk mengakses database yang terdapat pada server hosting, sehingga pengembangan dengan mudah mengelola content website dengan mudah tanpa mengubah halaman – halaman web.
Salah satu teknologi  aplikasi server web yang lengkap yang dapat anda gunakan adalah aplikasi AppServ yang merupakan kumpulan aplikasi pembangunan website. Pada paket AppServ versi 2.5.8 tedapat aplikasi – aplikasi berikut:
·       Server web Apache versi 2.2.4.
·       Bahasa Script PHP versi 5.2.1.
·       phpMyAdmin Database Manager versi 2.9.2.
·       Database MySQL versi 5.0.27.

Browser
Browser adalah aplikasi yang digunakan untuk menampilkan file-file website, baik html, php, mht dan lain sebagainya. Anda tidak akan dapat menampilkan hasil dari desain anda apabila anda tidak mempunyai browser bawaan Windows, Mozilla FireFox, Opera, Safari ,Chrome dan lain – lain.




Referensi
Agustina s, Maria (ed). 2011 ShourtCourse Mendesain Website Dinamis dan Menarik dengan Adobe Dreamweaver CS4
Yogyakarta : Penerbit ANDI